By: Minar
Cerita fiksi merupakan cerita khayalan dari seorang penulis, yang menggambarkan keinginan yang ada dalam alam bawah sadar penulis. Namun demikian cerita Fiksi memiliki sebuah kekuatan unuk mendorong khayalan setiap pembaca, membawanya larut dalam setiap kata – kata yang merangkai sebuah cerita tersebut.
Untuk sebagian orang mungkin membaca ncerita fiksi hanya menyia-nyiakan waktu. Itu ak setiap orang untuk berpendapat. Namum bagiku, seorang Minar yang merupakan pembaca cerita – cerita fiksi, hal tersebut bukan lah hal yang sia – sia. Melainkan sesuatu untuk meningkatkan sensitifitasalam bawah sadar kita, tentang sebuah khayalan, imajinasi, mimpi, dan harapan. Kemudian mencari jalan untuk meraih semua mimpi dan harapan itu.
Bisa di akui bahwa setiap langkah yang membimbing jalan hidupku sampai saat ini adalah karena cerita – cerita indah yang kubaca . Dari kisah tiga babi, cinderella, putri salju, persahabatan pooh, dan cerita anak – anak lainnya. Sampai cerita – cerita fiksi yang layak di baca untuk pembaca seusiaku sekarang. Aku menemukan harapan dan impianku dari sana. Tentang kesuksesan, kebahagaian, cinta, pernikahan, keluarga, persahabatan dan sampai berharap mendapatkan tempat di “Paradise” (buat hal ini bukanlah hal yang ku ambil dari cerita fiksi, melainkan dari keyakinanku tentang keberadaan Allah).
Jadi teman..... cobalah untuk berfikir bahwa cerita fiksi itu bukanlah hal yang sia – sia melainkan sesuatu yang menyenangakan dan membuat sebuah mimpi dan harapan baru dalam diri kita, yang sebelumnya mungkin tidak terpikirkan oleh kita (ke-ide an dari novel yang dibaca, gitu maksudnya). Yang pada akhirnya memacu adrenalin kita untuk meujudkan semua mimpi dan harapan itu, untuk sekalipun untuk hal – hal yang menurut orang lain tak mungkin terwujud.

Hai mbak pembaca Cerita Fiksi..., udah pernah baca cerita2 yang ditulis oleh Djenar Maesa Ayu belum??
BalasHapus